Selasa, 17 November 2009

Karya Pura Tegal Suci


(Paling kanan Bendesa Pakraman Kedewatan – Sang Putu Eka Pertama, SE.Ak, bersama Cok. Budi Suryawan (CBS), Cok Putra, & Cok Ace selaku Pengerajeg Karya).

KARYA PEDUDUSAN AGUNG DI KEDEWATAN

Sehubungan dengan selesainya pemugaran Pura Tegal Suci Desa Pakraman Kedewatan Ubud, dilakukan Karya Pedudusan Agung, Mamungkah, Mendem Pedagingan, dan Ngenteg Linggih. Menurut Ketua Umum Panitia Karya sekaligus Bendesa Pakraman Kedewatan, Sang Putu Eka Pertama, S.E.,Ak, persiapan upacara ini telah dimulai pada tgl 12 Desember 2007 dan puncak upacaranya dilakukan pada Jumat Kliwon Sungsang tanggal 18 Januari 2008. Pada acara tersebut selain dihadiri seluruh masyarakat Desa Pakraman Kedewatan, dihadiri juga oleh pejabat dari Tingkat I propinsi Bali, Penglingsir Puri Ubud, Prajuru Desa Pakraman Melinggih, Payangan Desa, Br. Badung Payangan, Karang Suwung, Tanggayuda, Bunutan, Sayan, Lungsiakan, Payogan, Buangga, dan Kedewatan Bongkasa. Pada saat sambutan dari Bendesa Pekraman Kedewatan, Sang Putu Eka Pertama didampingi oleh panitia karya diantaranya Dewa Made Erawan, Ketut Mundel, dan Wayan Degeng mengatakan bahwa upacara ini manghabiskan dana sebesar Rp. 581 juta (Rp. 432 juta untuk bangunan fisik pura dan Rp. 149 juta untuk biaya upacara. Dana sebesar itu dikumpulkan dari iuran krama desa pengarep dan pengele, sumbangan dari sekehe teruna teruni melalui kegaiatan Bazar, sumbangan dari Puri Ubud, dana punia para warga sekitar Kedewatan, dana PHR, serta sumbangan dari pengusaha di wilayah Kedewatan. Tujuan dari upacara ini adalah untuk menyucikan unsur Panca Maha Butha yang ada pada areal Pura dan bahan bangunan pura sehingga menjadi bangunan suci sebagai tempat suci berstananya Ida Sanghyang Widhi Wasa. Upacara tersebut dipuput oleh lima sulinggih yaitu Ida Pedanda dari Gria Selat Duda, Ida Pedanda Manuaba dari Gria Peling Padang Tegal, Ida Pedanda Buda dari Gria Laplapan, Ida Pedanda dari Bunutan, dan Ida Pedanda dari Gria Kutri. Sedangkan sebagai pengrajeg karya adalah penglingsir dari Puri Ubud diantaranya Cok. Agung Suyasa, Cok. Putra Sukawati, Cok Ace, dan Cok Gede Raka Sukawati. Menurut salah seorang Pengrajeg Karya Cok Gede Raka Sukawati, SE, Msi. antusias warga Kedewatan menghadapi upacara ini sangat tinggi sekali, hal ini dibuktikan dengan semangat ngayah yang kompak dan hampir setiap 4 tahun mampu melaksanakan upacara yadnya sebesar ini tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari dari warga yang sebagian besar bergerak di bidang pariwisata. Sebelumnya telah dilakukan pemugaran & upacara Pedudusan Agung / Dirgayusa Bumi di Pura Dalem Suargan & Pucak Suargan tahun 2000 dan pada tahun 2004 telah dilakukan pemugaran dan karya Ngusaba Desa/Nini di Pura Desa/Puseh/Bale Agung Kedewatan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar